Fase Sistem Development Life Cycle (SDLC)

Pada umumnya, tugas yang diemban oleh departement ini adalah melihat dan menganalisa potensi pasar dan pattern belanja kastemer, dengan memperhatikan, dan kalau mungkin me-reposisi produk yang sudah ada, melalui analisa swot. Pada tahap ini, paling tidak ada 2 hal yang harus dilakukan yaitu studi literatur dan studi lapangan. Peneliti dalam hal inin akan melakukan analisis siswa, analisis kurikulum, dan analisis perangkat atau bahan yang akan dikembangkan. Tahap berikutnya adalah mengkaji teori tentang pengembangan perangkat pembelajaran yang relevan dengan yang akan dikembangkan.

Hasil pendesainan pada prototipe pertama yang dikembangkan atas dasar self analysis diberikan pada pakar (expert overview) dan siswa (one-to-one) secara paralel. Kedua, penelitian yang dipusatkan pada pengkajian terhadap program pengembangan yang dilakukan sebelumnya.

1) Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan program pelatihan. Metode kuliah: penyajian informasi secara lisan dan menitikberatkan pada materi bersifat teori. Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran.

Pengujian produk akhir, dapat dilakukan pada sekolah yang sama dengan pada tahap ujicoba kedua ataupun berbeda dengan jumlah sampel yang sama. 1. Isi pelatihan, yaitu apakah isi program pelatihan relevan dan sejalan dengan kebutuhan pelatihan, dan pelatihan tersebut up to date.

Tahap ini merupakan langkah awal penelitian pengembangan. Latihan laboratorium: meningkatkan sensitivitas antar pribadi dengan menuntut diskudi yang terbuka dan jujur tentang perasaan, sikap dan perilaku peserta latihan. 5) Untuk menambah reputasi dan pengaruh daripada bagian pelatihan.